
Punya website sekarang bukan lagi kebutuhan “nice to have” buat UMKM, tapi sudah jadi keharusan. Calon pelanggan makin sering cek Google dulu sebelum datang ke toko atau menghubungi via WhatsApp. Riset kecil-kecilan, bandingkan harga, lihat portofolio atau testimoni — semua dilakukan lewat pencarian online sebelum mereka memutuskan untuk membeli. Kalau UMKM tidak “ketemu” di pencarian itu, ada peluang bisnis yang hilang begitu saja.
Masalahnya, banyak pemilik UMKM masih ragu mulai karena bingung soal rincian biaya website — takut kemahalan atau malah kena tawaran murah tapi hasilnya asal-asalan. Ada yang trauma karena pernah bayar mahal tapi websitenya jarang di-update, ada juga yang kena tawaran “bikin website Rp300 ribu jadi” tapi ternyata cuma template kosong tanpa penyesuaian sama sekali.
Supaya kamu tidak salah langkah, penting untuk tahu dulu rincian biaya website yang biasanya ada dalam sebuah project pembuatan website. Dengan begitu, saat dapat penawaran dari jasa pembuatan website, kamu bisa menilai: paket ini sudah termasuk apa saja, dan apa yang mungkin akan jadi biaya tambahan di kemudian hari.
Nah, di artikel ini kita bahas tuntas 12 rincian biaya website untuk UMKM di tahun 2026, supaya kamu bisa menyusun budget dengan lebih realistis sebelum mulai project.
1. Rincian Biaya Website: Domain
Domain adalah alamat website kamu (contoh: namausaha.com). Untuk domain lokal (.id, .co.id) biasanya sedikit lebih mahal dibanding domain internasional (.com, .store, .shop).
Kisaran biaya: Rp150.000 – Rp500.000/tahun, tergantung ekstensi domain yang dipilih.
Tips kecil: pilih nama domain yang pendek, mudah diingat, dan sesuai nama usaha atau brand. Hindari nama yang terlalu panjang atau pakai tanda hubung berlebihan, karena akan menyulitkan calon pelanggan mengingat dan mengetiknya dengan benar.
2. Rincian Biaya Website: Hosting atau Server
Hosting adalah tempat menyimpan seluruh file dan database website. Untuk UMKM, biasanya cukup pakai shared hosting atau cloud hosting kelas pemula, kecuali trafiknya sudah tinggi.
Kisaran biaya: Rp300.000 – Rp1.500.000/tahun untuk shared hosting; bisa lebih tinggi jika pakai cloud VPS.
Perhatikan juga spesifikasi yang ditawarkan: kapasitas penyimpanan, bandwidth, dan lokasi server. Untuk UMKM yang target pasarnya mayoritas di Indonesia, pilih hosting dengan server lokal atau setidaknya di Asia Tenggara agar waktu loading lebih cepat.
3. Rincian Biaya Website: Desain (UI/UX)
Ini biaya untuk merancang tampilan website — layout, warna, tata letak konten, sampai pengalaman pengguna (user experience) agar website enak dilihat dan mudah dipakai.
Kisaran biaya: Rp500.000 – Rp3.000.000, tergantung kompleksitas desain dan apakah pakai template atau custom design.
4. Rincian Biaya Website: Pengembangan (Development)
Ini biaya jasa developer untuk membangun website secara teknis, baik menggunakan CMS seperti WordPress, atau dibangun custom dari nol menggunakan framework tertentu.
Kisaran biaya:
- Website company profile sederhana: Rp1.500.000 – Rp5.000.000
- Website dengan fitur toko online (e-commerce): Rp5.000.000 – Rp20.000.000+
- Website custom dengan fitur kompleks (booking system, member area, dsb): bisa di atas Rp20.000.000
5. Rincian Biaya Website: Tema atau Template Premium
Kalau pakai WordPress, ada opsi memakai tema premium yang lebih rapi dan fleksibel dibanding tema gratisan. Ini sifatnya opsional, tapi cukup umum dipilih untuk hasil yang lebih profesional.
Kisaran biaya: Rp300.000 – Rp1.500.000 (biasanya sekali bayar, lisensi tahunan bervariasi tergantung penyedia).
6. Rincian Biaya Website: Plugin Tambahan
Plugin dipakai untuk menambah fungsi website, misalnya form kontak, SEO tools, keamanan, integrasi WhatsApp, atau sistem booking. Beberapa plugin gratis, tapi fitur-fitur penting biasanya versi berbayar (premium).
Kisaran biaya: Rp0 – Rp2.000.000/tahun, tergantung berapa banyak dan sepenting apa plugin yang dibutuhkan.
7. Rincian Biaya Website: SSL (Sertifikat Keamanan)
SSL membuat website punya “gembok hijau” dan alamat https:// yang menandakan koneksi aman. Ini penting untuk kepercayaan pengunjung dan juga memengaruhi peringkat SEO di Google.
Kisaran biaya: Rp0 (banyak hosting sudah menyertakan SSL gratis) – Rp1.000.000/tahun untuk SSL premium.
8. Rincian Biaya Website: Pengisian Konten (Content Filling)
Setelah desain dan struktur jadi, website perlu diisi konten: teks, foto produk, deskripsi layanan, dan sebagainya. Beberapa jasa pembuatan website mengenakan biaya tambahan untuk hal ini, terutama kalau jumlah halaman atau produknya banyak.
Kisaran biaya: Rp300.000 – Rp2.000.000, tergantung jumlah halaman/produk.
9. Rincian Biaya Website: SEO Dasar (Optimasi Mesin Pencari)
Supaya website bisa ditemukan di Google, perlu ada optimasi dasar seperti meta title, deskripsi, struktur URL, dan kecepatan loading. Ini beda dengan jasa SEO bulanan — ini lebih ke setup awal.
Kisaran biaya: Rp0 (jika dikerjakan sendiri) – Rp2.000.000 untuk setup SEO dasar oleh jasa profesional.
10. Rincian Biaya Website: Integrasi Pihak Ketiga
Kalau website butuh fitur seperti pembayaran online (payment gateway), chat otomatis, integrasi marketplace, atau sistem CRM, biasanya ada biaya integrasi tambahan di luar paket dasar pembuatan website.
Kisaran biaya: Rp500.000 – Rp5.000.000+, tergantung kompleksitas integrasi.
11. Rincian Biaya Website: Maintenance atau Perawatan
Website bukan “sekali bayar selesai”. Perlu ada update rutin, backup data, monitoring keamanan, dan perbaikan bug. Beberapa jasa menawarkan paket maintenance bulanan atau tahunan.
Kisaran biaya: Rp200.000 – Rp1.000.000/bulan, tergantung tingkat layanan (SLA) yang dipilih.
12. Rincian Biaya Website: Revisi di Luar Paket
Sebagian besar jasa pembuatan website menyertakan jatah revisi terbatas (misalnya 2–3 kali). Jika UMKM ingin revisi tambahan di luar itu — baik desain maupun fitur — biasanya dikenakan biaya tambahan per jam kerja atau per item revisi.
Kisaran biaya: Rp100.000 – Rp500.000 per revisi tambahan, tergantung kompleksitas perubahan.



